Prelude Tragedi: Pesawat ATR 42-500 Menabrak Gunung Bulusaraung
Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi hari hitam bagi keluarga Deden Maulana dan seluruh penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat yang sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan menabrak Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan. Kecelakaan ini tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga mengungkapkan kerentanan sistem keamanan penerbangan di Indonesia.
Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertugas sebagai pengelola barang milik daerah, menjadi salah satu korban. Jenazahnya ditemukan tiga hari setelah kecelakaan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 18 Januari 2026, di lereng gunung dengan kedalaman 300 meter. Identifikasi jenazah dilakukan melalui tes post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel.
Keluarga dan Negara Berduka: Upacara Persemayaman dan Pangkat Anumerta
Keluarga Deden Maulana, termasuk adik iparnya Asep Hilman Rosadi, mengikuti proses pencarian jenazah di Makassar. Hilman mengaku menerima pelayanan terbaik dari pihak KKP dan pihak terkait. “Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar,” ujarnya dalam upacara persemayaman di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.
Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB dengan memberikan pangkat anumerta kepada Deden. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono (Ipunk), menyampaikan belasungkawa dan penghargaan atas dedikasi Deden selama menjalankan tugasnya. “Tugas mereka terbilang berat dan penuh risiko di lapangan. Karena itu, pihaknya selalu mendampingi dalam operasi di udara maupun laut,” ujarnya.
Tanggung Jawab Negara: Dukungan untuk Keluarga Korban
KKP tidak hanya memberikan penghormatan terakhir kepada Deden, tetapi juga berkomitmen untuk memenuhi hak keluarga korban. Menteri KKP berpesan untuk memberikan beasiswa kepada putra Deden sampai perguruan tinggi. Selain itu, KKP juga akan merekrut istri Deden, Vera, sebagai pegawai untuk melanjutkan kinerja suaminya.
Inisiatif ini mengungkapkan tanggung jawab negara terhadap para pegawai yang gugur dalam menjalankan tugas. Namun, pertanyaan mengapa sistem keamanan penerbangan tidak dapat mencegah kecelakaan semacam ini tetap berdiri. Kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah manajemen risiko dan keputusan yang tidak tepat.
Analisis Sistem Keamanan Penerbangan di Indonesia
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor yang perlu dianalisis untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Pertama, kondisi cuaca yang buruk di wilayah Gunung Bulusaraung. Pesawat yang menabrak gunung menunjukkan bahwa pilot mungkin tidak memiliki informasi cuaca yang akurat atau tidak dapat mengatasi kondisi tersebut.
Kedua, kondisi teknis pesawat. ATR 42-500 adalah pesawat yang relatif tua dan mungkin memiliki kerentanan teknis yang belum diatasi. Pemerintah dan operator penerbangan harus memastikan bahwa pesawat yang digunakan dalam misi penting seperti ini memenuhi standar keamanan terbaru.
Ketiga, manajemen risiko. Misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan memang penting, tetapi harus diimbangi dengan keamanan penumpang. Apakah ada evaluasi risiko yang cukup dilakukan sebelum misi dilaksanakan?
Keluarga dan Relawan: Dukungan Moral dan Fisik
Keluarga Deden Maulana tidak hanya menerima dukungan dari pemerintah, tetapi juga dari relawan dan pihak lain yang terlibat dalam operasi SAR. Hilman mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI, dan relawan lainnya. “Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas, TNI, bekerja keras. Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban,” ujarnya.
Dukungan moral dan fisik dari keluarga dan relawan sangat penting dalam menghadapi tragedi. Keluarga korban tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk membantu mereka melanjutkan hidup.
Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah Deden Maulana akan dimakamkan di Kota Garut, Jawa Barat. Pemakaman ini bukan hanya sebagai penghormatan terakhir, tetapi juga sebagai simbol dukungan dari keluarga dan masyarakat. Keluarga Deden Maulana telah menunjukkan keberanian dan kesabaran dalam menghadapi tragedi ini. Mereka tidak hanya menerima dukungan dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat luas.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga mengungkapkan kerentanan sistem keamanan penerbangan di Indonesia. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Dukungan terhadap keluarga korban juga harus terus diberikan untuk membantu mereka melanjutkan hidup.
{“@context”:”https://schema.org”,”@type”:”NewsArticle”,”headline”:”Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Tragedi, Duka, dan Tanggung Jawab Negara”,”description”:”Kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan mengungkap kerentanan sistem keamanan penerbangan dan tanggung jawab negara terhadap keluarga korban.”,”articleBody”:”Kecelakaan Pesawat ATR 42-500: Tragedi, Duka, dan Tanggung Jawab Negarannn Prelude Tragedi: Pesawat ATR 42-500 Menabrak Gunung Bulusaraungn Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi hari hitam bagi keluarga Deden Maulana dan seluruh penumpang pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat yang sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan menabrak Gunung Bulusaraung di Sulawesi Selatan. Kecelakaan ini tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga mengun”,”wordCount”:720,”datePublished”:”2026-01-22T15:04:33+07:00″,”dateModified”:”2026-01-22T15:04:33+07:00″,”author”:{“@type”:”Organization”,”name”:”Occhy Media”,”url”:”https://occhy.com”},”publisher”:{“@type”:”Organization”,”name”:”Occhy Media”,”url”:”https://occhy.com”,”logo”:{“@type”:”ImageObject”,”url”:”https://occhy.com/wp-content/uploads/logo.png”}},”mainEntityOfPage”:{“@type”:”WebPage”,”@id”:”https://occhy.com”}}




