Beranda / Ekonomi / Jamie Dimon Serukan: Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit Bisa Membawa Bencana Ekonomi

Jamie Dimon Serukan: Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit Bisa Membawa Bencana Ekonomi

Jamie Dimon Serukan Rencana Trump Batasi Bunga Kartu Kredit Bisa

Peringatan Serius dari CEO JPMorgan Chase

Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi bunga kartu kredit hingga 10 persen selama satu tahun menuai kritik keras dari Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase. Dimon menilai kebijakan tersebut berpotensi menjadi “bencana ekonomi” yang akan mengganggu stabilitas keuangan masyarakat dan sektor riil.

Trump mengusulkan pembatasan tersebut seharusnya mulai berlaku pada 20 Januari 2026, namun hingga saat ini mekanisme penerapannya masih belum jelas. Dimon, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin industri keuangan terkemuka, mengungkapkan keprihatinannya dalam wawancara dengan BBC pada Kamis, 22 Januari 2026.

Dampak Luas Terhadap Akses Kredit

Dimon memperingatkan bahwa kebijakan ini akan memangkas akses kredit bagi sebagian besar masyarakat AS. Menurutnya, sekitar 80 persen warga Amerika berpotensi kehilangan akses ke kredit, padahal kartu kredit selama ini menjadi cadangan keuangan utama bagi banyak rumah tangga.

Selain itu, ia menegaskan bahwa dampak terbesar tidak akan dialami oleh perusahaan kartu kredit, tetapi oleh sektor riil seperti restoran, ritel, perusahaan perjalanan, sekolah, dan pemerintah daerah. Hal ini karena masyarakat akan kesulitan membayar tagihan air dan layanan dasar lainnya.

Kritik Terhadap Para Politisi Pendukung

Dimon juga tidak segan-segan menyindir para politisi yang mendukung kebijakan ini, termasuk Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren. Ia menyarankan agar kebijakan tersebut diuji coba terlebih dahulu di negara bagian mereka sebelum diterapkan secara nasional.

“Kalau kebijakan ini benar-benar dijalankan, coba saja diterapkan dulu di Vermont dan Massachusetts,” ujar Dimon. Kritik ini menunjukkan ketidaksetujuannya yang kuat terhadap rencana Trump, yang dianggap terlalu radikal tanpa analisis yang matang.

Reaksi dari Asosiasi Perbankan AS

Asosiasi perbankan AS juga menyuarakan kekhawatiran serupa dengan JPMorgan. Mereka menilai bahwa pembatasan suku bunga kartu kredit akan menyulitkan masyarakat mengakses pembiayaan dan berpotensi menghantam jutaan keluarga serta pelaku usaha kecil.

Menurut mereka, kebijakan ini akan mengurangi fleksibilitas bank dalam menentukan suku bunga, yang akhirnya akan memengaruhi ketersediaan kredit bagi konsumen. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, terutama bagi sektor mikro, kecil, dan menengah (UKM).

Analisis Ekonomi dan Alternatif Solusi

Beberapa ahli ekonomi juga mengungkapkan pendapat mereka mengenai rencana Trump. Mereka menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada regulasi yang lebih transparan dan terukur, daripada membatasi suku bunga secara arbitrer.

Alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah:

    • Meningkatkan pendidikan keuangan masyarakat untuk mengelola kredit dengan bijak.
    • Memperketat regulasi terhadap praktik kartu kredit yang predatori.
    • Mendorong kompetisi di sektor kartu kredit untuk menurunkan suku bunga secara alami.

Dengan demikian, kebijakan yang lebih terarah dan berfokus pada masalah inti dapat menghindari dampak negatif yang besar pada perekonomian.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *