Beranda / Berita Lokal / Banjir Mengerikan di Bali: Ibu dan Anak Balita Tewas Terseret Arus, Penyelamatan Berakhir Tragis

Banjir Mengerikan di Bali: Ibu dan Anak Balita Tewas Terseret Arus, Penyelamatan Berakhir Tragis

Banjir Mengerikan di Bali Ibu dan Anak Balita Tewas Terseret

Banjir Meluap Menghantam Rumah Kontrakan di Tabanan

Bencana banjir yang melanda Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, telah mengakibatkan tragedi yang mematikan. Pada Rabu (21/1/2026), saluran irigasi Subak Jemanik meluap secara tiba-tiba, menghantam rumah kontrakan yang didiami oleh Yuliana Da Costa Makun (28) dan anaknya, Audrey Natania Banafanu (2). Arus sungai yang kuat tersebut mengakibatkan kedua korban hilang dan terseret arus.

Tim Penyelamatan dan Pencarian (SAR) gabungan segera beraksi setelah menerima laporan kehilangan. Pencarian yang intensif dilakukan selama lebih dari 24 jam, sebelum akhirnya jasad korban ditemukan pada Kamis (22/1). Jasad Audrey ditemukan di Pantai Batu Belig, Kuta Utara, sekitar pukul 07.00 WITA, sementara jasad ibunya, Yuliana, ditemukan di bantaran Sungai Yeh Ge, Abianwatung, pada pukul 14.00 WITA.

Proses Pencarian yang Panjang dan Berat

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dalam dua tahap. Tim SAR pertama kali menemukan jasad Audrey setelah menerima informasi dari seorang pengunjung pantai yang melihat tubuh bayi terdampar di Pantai Batu Belig. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Sanglah Denpasar untuk identifikasi.

Sementara itu, pencarian Yuliana dilakukan dengan dua regu yang menyisir aliran Sungai Yeh Ge dari titik awal hingga muara. Setelah beberapa jam, jasad wanita ditemukan di aliran sungai dan langsung dievakuasi ke RS Singgasana Nyitdah Tabanan. Setelah diverifikasi oleh keluarga, jasad tersebut dikonfirmasi sebagai ibu dari Audrey.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan bahwa korban hanyut sejauh 6,9 kilometer dari lokasi kejadian. Jasad Audrey ditemukan oleh warga yang sedang mencari pakan ternak di tepi Sungai Yeh Ge.

Tragedi yang Menimpa Keluarga dan Komunitas

Keluarga korban telah menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan meminta agar tidak dilakukan autopsi terhadap jasad Audrey. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dedikasi tim SAR dalam mencari keberadaan jasad ibu dan anak.

Insiden ini mengingatkan masyarakat akan bahaya banjir yang sering terjadi di Bali, terutama pada musim hujan. Pemerintah setempat seharusnya meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir dan sistem peringatan dini untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Jenazah Audrey dan Yuliana saat ini dititipkan di RS Sanglah Denpasar dan RS Singgasana Nyitdah Tabanan untuk penanganan selanjutnya. Proses pencarian dan penyisiran resmi telah dinyatakan selesai.

Analisis dan Rekomendasi untuk Pencegahan Bencana

Banjir yang melanda Tabanan menunjukkan adanya ketidakmampuan sistem irigasi yang ada. Pemerintah daerah harus segera melakukan evaluasi terhadap saluran irigasi dan sistem pengendalian banjir. Selain itu, masyarakat juga perlu diajarkan tentang cara berjaga-jaga dan tindakan darurat saat banjir.

Beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan:

    • Meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir.
    • Membangun sistem peringatan dini yang efektif.
    • Melakukan edukasi masyarakat tentang bahaya banjir.
    • Mengadakan simulasi evakuasi untuk menghadapi bencana.

Tragedi ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya persiapan dan pencegahan bencana. Semoga keluarga korban dapat menemukan kedamaian dan dukungan dari masyarakat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *