Pembukaan: Indonesia Menjadi Mitra Setara di Dunia
Davos, Swiss – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar sebuah pernyataan yang menentukan di World Economic Forum (WEF) 2026. Dalam pidato yang dihadirkan oleh para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Prabowo memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai instrumen strategis untuk mengembangkan ekonomi Indonesia. Kehadiran Prabowo di WEF 2026 tidak hanya sebagai perwakilan negara, tetapi juga sebagai pembawa pesan bahwa Indonesia telah siap menjadi mitra setara dalam ekonomi global.
Danantara: Sovereign Wealth Fund untuk Masa Depan Indonesia
Selama pidato, Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara, yang resmi dibentuk pada Februari 2025, merupakan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia yang bertujuan mengelola aset senilai US$1 triliun. Danantara tidak hanya sekadar lembaga investasi, tetapi juga sebagai motor penggerak industrialisasi nasional. “Danantara adalah energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia,” ujar Prabowo.
Danantara akan berperan dalam merasionalisasi 1.044 badan usaha milik negara (BUMN) menjadi sekitar 300 perusahaan yang lebih efisien. Selain itu, lembaga ini juga akan membuka peluang bagi investasi global, khususnya di sektor-sektor strategis seperti energi, teknologi, dan infrastruktur. Prabowo menekankan bahwa Danantara dibangun dengan sistem pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional yang jelas untuk memastikan profesionalisme dan kredibilitas.
Indonesia sebagai Negeri Penuh Peluang
Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga sebagai negeri yang penuh peluang ekonomi. Melalui Danantara, Indonesia membuka ruang investasi bersama dengan mitra global, khususnya di sektor-sektor strategis yang bernilai tambah tinggi. “Indonesia kini bukan hanya negeri yang damai dan stabil. Indonesia semakin menjadi negeri penuh peluang,” katanya.
Prabowo juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada perdamaian dan stabilitas, tetapi juga pada tata kelola negara dan pengelolaan modal yang efisien. Danantara dirancang untuk menjadi instrumen investasi yang dapat membiayai industri-industri masa depan, seiring dengan tekad pemerintah untuk mempercepat industrialisasi nasional.
Profesionalisme dan Kredibilitas Global
Untuk memastikan profesionalisme dan kredibilitas, Danantara dibangun dengan sistem pengawasan yang kuat dan tanggung jawab institusional yang jelas. Prabowo juga membuka peluang bagi Danantara merekrut eksekutif terbaik, termasuk warga negara asing, guna memastikan pengelolaan yang kompetitif dan berkelas global. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa Danantara tidak hanya sekadar lembaga investasi, tetapi juga sebagai lembaga yang dapat bersaing di tingkat global.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa Danantara akan berperan dalam merasionalisasi BUMN, yang saat ini mencapai 1.044 perusahaan, menjadi sekitar 300 perusahaan yang lebih efisien. Hal ini akan memastikan bahwa BUMN dapat beroperasi dengan lebih efektif dan efisien, serta dapat bersaing di pasaran global.
Kesimpulan: Indonesia di Panggung Global
Kehadiran Prabowo di WEF 2026 dan pengumuman tentang Danantara menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengembangkan ekonomi nasional melalui investasi strategis. Danantara tidak hanya sekadar lembaga investasi, tetapi juga sebagai motor penggerak industrialisasi nasional. Melalui Danantara, Indonesia membuka ruang investasi bersama dengan mitra global, khususnya di sektor-sektor strategis yang bernilai tambah tinggi.
Prabowo juga menggarisbawahi bahwa Indonesia tidak lagi hanya dikenal sebagai negara yang damai dan stabil, tetapi juga sebagai negeri yang penuh peluang ekonomi. Dengan Danantara, Indonesia siap menjadi mitra setara di hadapan komunitas global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah siap untuk berperan aktif di panggung ekonomi global.





