Kebijakan CKG 2026: Gratis Skrining dan Perawatan, Tapi Hanya untuk BPJS Aktif
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan rencana pemerintah dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026. Selain pemeriksaan gratis, pemerintah juga akan menanggung biaya pencegahan dan penanganan penyakit bagi pasien yang telah melalui skrining. Namun, layanan ini hanya berlaku untuk warga yang terdaftar aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Dalam konferensi pers capaian dan evaluasi program CKG secara daring pada Jumat, 23 Januari 2026, Budi menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menggeser sistem kesehatan nasional dari kuratif ke promotif dan preventif. “Bukan hanya cek kesehatannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis,” ujarnya.
15 Hari Gratis untuk Semua, Selanjutnya Hanya BPJS Aktif
Menurut Budi, skema gratis tanpa syarat hanya berlaku dalam 15 hari pertama pelaksanaan program. Setelah periode tersebut, layanan pencegahan dan penanganan hanya akan tetap gratis bagi warga yang memiliki BPJS Kesehatan aktif. Warga yang tidak terdaftar BPJS harus menanggung biaya pengobatan sendiri.
“Gratisnya ini 15 hari pertama untuk seluruh 280 juta rakyat Indonesia. Setelah itu, yang gratis hanya yang punya BPJS,” ujarnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program BPJS Kesehatan, sehingga akses kesehatan menjadi lebih merata.
Strategi Jangka Panjang: Pindah dari Kuratif ke Preventif
Budi menjelaskan bahwa program CKG 2026 merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi beban biaya kesehatan di masa depan. Dengan memfokuskan pada pencegahan dan deteksi dini penyakit, pemerintah berharap dapat mengurangi kasus penyakit yang sudah dalam tahap parah, yang biasanya memerlukan biaya perawatan yang tinggi.
“Pemeriksaan kesehatan gratis yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya kini dilanjutkan dengan intervensi nyata bagi warga yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan,” kata Budi. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
Dorongan untuk Mengaktifkan BPJS Kesehatan
Budi secara terbuka mendorong masyarakat untuk segera mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, biaya BPJS hanya puluhan ribu rupiah per bulan, yang jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya perokokan. “Bayarnya cuma puluhan ribu rupiah per bulan. Harusnya jauh lebih kecil dari uang rokok,” kata dia.
Dorongan ini juga diikuti dengan upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan program CKG. Kementerian Kesehatan targetkan 136 juta warga ikut CKG pada tahun 2026. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mencapai lebih banyak warga, terutama di daerah terpencil yang sulit mendapatkan akses kesehatan.
Implikasi dan Tantangan
Meski program CKG 2026 diharapkan dapat meningkatkan akses kesehatan, ada beberapa tantangan yang harus diatasi. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah, terutama di daerah terpencil. Selain itu, program ini juga harus diikuti dengan upaya pengawasan yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.
Budi juga menggarisbawahi bahwa program ini bukanlah solusi sempurna, tetapi merupakan langkah awal dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. “Program ini masih perlu diimprovisasi dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Kesimpulan
Program CKG 2026 merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan akses kesehatan masyarakat. Dengan menawarkan pemeriksaan dan pencegahan penyakit secara gratis, pemerintah berharap dapat mengurangi beban biaya kesehatan di masa depan. Namun, program ini juga menuntut partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam mengaktifkan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya pemerintah untuk menggeser sistem kesehatan nasional dari kuratif ke promotif dan preventif.





