Pergerakan Politik yang Menyisakan Gelombang
Dunia politik Indonesia kembali diguncang dengan pergerakan tiga kader senior Partai NasDem yang memutuskan untuk pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tiga tokoh tersebut adalah Ahmad Ali, Bestari Barus, dan Rusdi Masse Mappasessu. Keputusan mereka ini diyakini akan memiliki dampak signifikan bagi kedua partai, baik dalam hal strategi pemilu maupun basis dukungan.
Pergerakan ini terjadi tanpa pengumuman resmi yang jelas, namun sumber-sumber dalam lingkungan partai mengindikasikan bahwa alasan utama beragam, mulai dari perbedaan visi hingga kesempatan karier yang lebih luas di PSI. Bestari Barus, salah satu dari tiga tokoh tersebut, telah resmi menjabat sebagai Ketua DPP PSI, sementara Ahmad Ali dan Rusdi Masse masih dalam proses integrasi.
Profil dan Perjalanan Politik Kader Senior
Setiap tokoh yang pindah memiliki latar belakang dan pengalaman yang kaya dalam dunia politik. Berikut profil lengkap mereka:
- Rusdi Masse Mappasessu: Anggota DPR dari Fraksi NasDem perwakilan Sulawesi Selatan. Ia terpilih sejak 2019 dengan perolehan suara tertinggi di daerah pemilihan tersebut (119.003 suara). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sidrap selama dua periode (2008-2018). Rusdi juga pernah aktif di Partai Bintang Reformasi dan Golkar sebelum bergabung dengan NasDem pada 2016.
- Ahmad Ali: Politisi asal Sulawesi Tengah yang memulai kariernya di Partai Patriot sebagai anggota DPRD Morowali (2009-2014). Pada 2013, ia pindah ke NasDem dan terpilih sebagai anggota DPR dari Dapil Sulawesi Tengah. Di NasDem, ia menjabat sebagai Ketua DPW Sulawesi Tengah dan Waketum DPP.
- Bestari Barus: Politisi Jakarta yang aktif di NasDem sejak 2014. Ia menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dan Ketua Fraksi selama periode 2014-2019. Saat ini, ia menjadi Ketua DPP PSI.
Reaksi dari Kedua Partai
Sekjen NasDem, Hermawi Taslim, mengaku terkejut dengan pergerakan ini, namun menuturkan bahwa partai akan terus berusaha untuk memperkuat basis dukungan di daerah-daerah. Sementara itu, Bestari Barus, sebagai Ketua DPP PSI, menyatakan siap memberikan “karpet merah” bagi Rusdi Masse dan timnya.
“Kita akan menerima dengan senang hati dan memberikan posisi terbaik bagi Bung Rusdi Masse. Ini bukan hanya tentang menjadi anggota DPR, tetapi juga basis dukungan yang akan ikut bergabung,” ujar Bestari.
Dampak dari pergerakan ini diyakini akan terasa pada pemilu 2029, terutama di Sulawesi Selatan, daerah yang menjadi basis kuat Rusdi Masse. PSI juga berharap dapat memperoleh dukungan baru dari kalangan pemuda dan profesional, yang merupakan target utama partai ini.
Implikasi dan Prospek Masa Depan
Pergerakan tiga kader senior ini bukan hanya tentang perubahan partai, tetapi juga tentang strategi politik jangka panjang. PSI, yang dikenal sebagai partai yang fokus pada pemuda dan profesional, mungkin akan memperoleh basis dukungan yang lebih luas dengan adanya Rusdi Masse, yang memiliki pengalaman sebagai bupati dan anggota DPR.
Sementara itu, NasDem harus menghadapi tantangan untuk mengganti posisi yang kosong, terutama di Sulawesi Selatan, daerah yang sangat strategis dalam pemilu. Partai ini juga perlu mempertimbangkan strategi baru untuk mempertahankan dukungan di daerah-daerah lain.
Dengan demikian, pergerakan ini bukan hanya tentang tiga tokoh, tetapi tentang dinamika politik yang terus berubah di Indonesia. Bagaimana kedua partai akan merespon dan memanfaatkan situasi ini akan menjadi poin penting dalam tahun-tahun mendatang.





