Beranda / Berita Lokal / Bencana Longsor Cisarua: Alih Fungsi Lahan dan Evakuasi Korban yang Menegangkan

Bencana Longsor Cisarua: Alih Fungsi Lahan dan Evakuasi Korban yang Menegangkan

Bencana Longsor Cisarua Alih Fungsi Lahan dan Evakuasi Korban yang

Gubernur Jawa Barat Ungkap Penyebab Longsor: Alih Fungsi Lahan dan Kebun Plastik

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengungkap adanya alih fungsi lahan yang menjadi salah satu penyebab longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dalam kunjungan langsung ke lokasi bencana pada Sabtu (24/1), Dedi menyoroti bahwa area sekitar longsor telah diubah menjadi kebun yang menggunakan plastik mulsa, bahkan mencapai puncak bukit.

“Faktornya sudah bisa kita lihat. Kebun sampai ke atas, pakai plastik. Ini jelas alih fungsi lahan,” ujar Dedi saat turun langsung ke lokasi bencana. Keberadaan kebun plastik tersebut diyakini telah merusak stabilitas tanah, memicu longsor yang merenggut banyak korban jiwa.

Evakuasi Korban: Proses Sulit dan Emosional

Saat mengunjungi lokasi bencana, Dedi Mulyadi tidak hanya mengamati situasi, tetapi juga langsung terlibat dalam evakuasi korban yang tertimbun longsor. Bersama warga dan petugas gabungan, ia bekerja lebih dari satu jam untuk menyelamatkan korban yang tertimbun.

Menurut Dedi, kondisi tanah di lokasi kejadian sangat berbahaya karena tertumpuk dan berpotensi ambles, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Beberapa korban diduga tertimpa longsor saat sedang tidur, dengan kasur dan selimut mereka tertimbun oleh batu dan pohon.

“Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit,” ujar Dedi. Hingga saat ini, data jumlah korban masih terus berubah, dan identifikasi korban menjadi prioritas utama.

Pemulihan Lingkungan dan Relokasi Warga: Langkah Ke Depan

Sebagai langkah pengendalian bencana, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merelokasi seluruh rumah warga di sekitar lokasi bencana. Dedi Mulyadi menilai bahwa kawasan tersebut tidak lagi layak huni karena potensi bencana susulan sangat tinggi.

“Warga harus segera direlokasi dan kawasan ini sebaiknya dihutankan saja,” ujarnya. Selain relokasi, Pemprov Jabar juga menyiapkan bantuan bagi keluarga korban. Setiap kepala keluarga yang anggota keluarganya meninggal dunia akan menerima santunan sebesar Rp 25 juta.

Pemulihan lingkungan juga menjadi prioritas, dengan rencana penanaman kembali hutan di area yang terdampak longsor. Ini dilakukan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

Analisis dan Reaksi Publik: Apakah Alih Fungsi Lahan Benar Penyebab Utama?

Ungkapan Dedi Mulyadi tentang alih fungsi lahan sebagai penyebab longsor telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat dan ahli. Beberapa pihak menganggap bahwa penggunaan plastik mulsa dan pengeboran tanah untuk kebun telah merusak stabilitas tanah, sementara pihak lain menambahkan bahwa faktor cuaca ekstrem juga berperan.

Menurut ahli geologi, longsor di Cisarua tidak hanya disebabkan oleh alih fungsi lahan, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti:

    • Curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut
    • Erosi tanah yang parah akibat deforestasi
    • Kegiatan penambangan ilegal di sekitar area

Meskipun demikian, Dedi Mulyadi tetap mengutamakan evakuasi korban dan pemulihan lingkungan sebagai langkah segera. Pemerintah juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti longsor ini.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *