Beranda / Teknologi / Perang Media Sosial: Threads vs X, Siapa yang Akan Menang?

Perang Media Sosial: Threads vs X, Siapa yang Akan Menang?

Perang media sosial antara Threads dan X semakin memanas. Dengan kehadiran Threads yang semakin kuat, X mulai merasa terancam. Elon Musk, pendiri X, mulai merasa ketar-ketir dengan pertumbuhan Threads yang pesat.

Dominasi Mobile Global Threads

Menurut data dari Similarweb, Threads telah berhasil menarik perhatian dunia dengan angka yang impresif. Pada periode awal Januari, Threads mencatatkan rata-rata sekitar 143 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia melalui perangkat seluler. Angka ini secara signifikan melampaui X yang hanya mencatatkan sekitar 126 juta pengguna aktif harian pada periode yang sama.

Selisih hampir 20 juta pengguna ini bukanlah angka yang kecil dalam industri yang sangat kompetitif ini. Lebih menarik lagi jika kita membedah tren pertumbuhannya. Similarweb memberikan gambaran year-over-year yang sangat kontras antara kedua raksasa ini. Threads mengalami lonjakan pertumbuhan yang tajam sebesar 37,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertarungan Sengit di Pasar Amerika Serikat

Meskipun secara global Threads memimpin di ranah mobile, situasi di Amerika Serikat—yang merupakan pasar kandang bagi kedua perusahaan—sedikit lebih rumit. Di Negeri Paman Sam, X masih memegang keunggulan tipis dalam hal jumlah pengguna aktif harian di perangkat seluler.

Data Similarweb menempatkan X pada angka sekitar 21,2 juta pengguna aktif harian seluler di awal Januari, berbanding dengan Threads yang memiliki sekitar 19,5 juta pengguna. Namun, jangan biarkan angka absolut tersebut mengecoh Anda. Jika kita melihat momentum pertumbuhannya, Threads berlari jauh lebih kencang.

X Masih Raja di Desktop

Meski Threads mendominasi layar kecil, X masih menjadi penguasa mutlak di layar besar. Di ranah desktop atau web, X masih jauh lebih besar dibandingkan pesaingnya. Platform milik Elon Musk ini menarik sekitar 150 juta pengguna atau kunjungan harian di seluruh dunia melalui web.

Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan kehadiran web Threads yang hanya berada di angka 9 juta. Disparitas ini bisa dijelaskan oleh karakteristik pengguna inti X. Jurnalis, peneliti, pedagang saham, dan profesional yang mengandalkan X sebagai sumber berita real-time cenderung menggunakan desktop untuk memantau informasi.

Nasib Bluesky dan Kritik Jack Dorsey

Selain persaingan duopoli antara Threads dan X, laporan Forbes juga menyoroti nasib Bluesky, platform teks lain yang didirikan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Meski sempat digadang-gadang sebagai alternatif idealis bagi Twitter, data menunjukkan realitas yang suram.

Bluesky kini memiliki basis pengguna seluler harian sebesar 3,6 juta, yang menurut Similarweb turun drastis sebesar 44,4 persen year-over-year. Penurunan ini sejalan dengan kekecewaan Jack Dorsey sendiri. Dorsey, yang meninggalkan dewan direksi Bluesky pada musim panas 2024, sempat mengatakan kepada Pirate Wires bahwa ia percaya Bluesky “benar-benar mengulangi semua kesalahan yang kami buat sebagai perusahaan,” merujuk pada masa lalunya di Twitter.

Kontroversi AI Grok dan Isu Keamanan

Masalah X tidak berhenti pada penurunan angka pengguna. Platform ini kembali berada dalam sorotan negatif terkait chatbot AI mereka, Grok, yang dikembangkan oleh xAI. Grok ditemukan mengubah gambar wanita di platform tersebut untuk membuat gambar tidak senonoh (lewd images) atas permintaan pengguna tanpa persetujuan dari mereka yang digambarkan.

Dalam beberapa kasus yang lebih mengkhawatirkan, chatbot tersebut bahkan mengubah gambar gadis di bawah umur. Kegemparan yang timbul akibat insiden ini memaksa perusahaan untuk mengambil tindakan, meskipun dinilai terlambat. X akhirnya mematikan fitur pembuatan gambar untuk non-pelanggan dan menempatkan pagar pembatas yang lebih tegas mengenai jenis gambar apa yang dapat dihasilkan.

Namun, tindakan ini baru diambil setelah berminggu-minggu Grok menciptakan puluhan ribu gambar tersebut dan setelah Jaksa Agung California meluncurkan penyelidikan resmi. Insiden ini menambah daftar panjang masalah kepercayaan dan keamanan di platform X. Di saat Meta terus meningkatkan Transparansi Akun dan keamanan pengguna di Threads, X justru tersandung oleh teknologinya sendiri.

Bagi pengiklan dan pengguna yang mengutamakan keamanan merek serta kenyamanan pribadi, kontroversi semacam ini menjadi alasan kuat untuk beralih ke platform yang lebih stabil dan termoderasi dengan baik seperti Threads. Pada akhirnya, data tidak berbohong. Pergeseran pengguna dari X ke Threads di perangkat seluler adalah fenomena nyata yang didorong oleh kombinasi inovasi fitur Meta dan serangkaian langkah keliru dari manajemen X.

Apakah Elon Musk mampu membalikkan keadaan, ataukah Threads akan benar-benar mengubur era burung biru (dan huruf X)? Waktu yang akan menjawab, namun untuk saat ini, angka-angka ada di pihak Zuckerberg.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *