Kasus Keroyokan Guru di Talaud: TNI AL Berjanji Tindak Tegas
Kasus pengeroyokan seorang guru oleh lima prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kembali menjadi perhatian publik. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menggaris basah bahwa pelaku akan diadili sesuai hukum. Hal ini menjadi bukti komitmen TNI untuk menjaga disiplin dan menghukum anggota yang melanggar peraturan.
Insiden ini terjadi pada Kamis malam, 22 Januari 2026, di Kabupaten Kepulauan Talaud. Lima marinir dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Melonguane diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap seorang guru berinisial BS. Korban mengalami luka-luka dan situasi menjadi tidak kondusif. Menurut Komandan Komando Daerah TNI AL VIII, Laksamana Dua Dery Triesananto Suhendi, insiden ini dipicu oleh salah paham akibat konsumsi minuman keras.
Agus Subiyanto mengaku belum dapat memberikan kepastian apakah pelaku benar-benar mabuk saat melakukan aksi tersebut. Namun, ia pastikan bahwa proses hukum akan berjalan transparan. “Ke dalamnya nanti akan diproses (hukum), kemudian ke luarnya sudah minta maaf ke keluarganya,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 16 Januari 2026.
Proses Hukum yang Dilalui oleh Pelaku
Para pelaku telah dibawa oleh Detasemen Polisi Militer TNI AL untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. TNI AL juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Derry meminta masyarakat Talaud untuk tetap tenang dan menjaga ketertiban.
“TNI AL tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit,” ujar Derry. Ia juga menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, korban telah dievakuasi menggunakan kapal penumpang dari Talaud menuju Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Hal ini menunjukkan seriusnya TNI AL dalam menangani kasus ini.
Reaksi Masyarakat dan TNI AL
Kasus ini menggelombangkan reaksi dari masyarakat. Banyak yang mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI. Namun, TNI AL berusaha untuk menjaga stabilitas dan menghindari eskalasi.
Agus Subiyanto juga mengungkapkan bahwa TNI tidak akan ragu menindak tegas anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menambahkan bahwa Kepala Staf Angkatan Laut telah mengambil langkah-langkah penanganan, baik secara internal maupun eksternal.
“Masih banyak peradilan yang baik,” ujar Agus. “Nanti kita lihat, kan tidak langsung dipecat lah. Kita lihat kesalahannya apa. Ada langkah-langkahnya juga dalam penyelesaian hukum ya.”
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa yang akan terjadi dengan lima marinir yang terlibat dalam kasus ini?
Para pelaku akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. TNI AL telah mengambil langkah-langkah penanganan, baik secara internal maupun eksternal, termasuk meminta maaf kepada keluarga korban.
Apakah korban telah mendapatkan perawatan medis?
Ya, korban telah dievakuasi dari Talaud menuju Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Bagaimana reaksi masyarakat terhadap kasus ini?
Masyarakat mengecam aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggota TNI. TNI AL berusaha untuk menjaga stabilitas dan menghindari eskalasi.
Apakah TNI AL akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku?
Ya, TNI AL berjanji akan menindak tegas anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. Proses hukum akan dilakukan secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Apakah ada koordinasi dengan pihak lain dalam menangani kasus ini?
Ya, TNI AL telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat untuk menjaga ketertiban.
Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.




