Polemik warisan Lina Jubaedah kembali memanas dengan munculnya isu kesejahteraan anak. Sule Teddy menanggapi desakan Teddy Pardiyana tentang penetapan ahli waris demi biaya sekolah Bintang, anak hasil pernikahannya dengan Lina.
Alasan Biaya Sekolah Didesak
Teddy Pardiyana mendesak penetapan ahli waris dengan alasan untuk biaya sekolah Bintang. Namun, Sule menilai alasan tersebut janggal karena menurutnya administrasi sekolah biasanya tidak memerlukan surat penetapan ahli waris dari pengadilan. Sule menduga ada faktor kebutuhan ekonomi dari pihak Teddy yang mendorong desakan tersebut.
“Dia perlu biaya kali. Perlu biaya kayaknya. Kan enggak mungkin penetapan ahli waris jadi salah satu syarat masuk sekolah,” ujar Sule saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026).
Tanggung Jawab Orang Tua
Sule menegaskan bahwa anak-anaknya, terutama Rizky Febian dan Putri Delina, tidak pernah keberatan untuk membantu adik tiri mereka. Meski hubungan dengan Teddy kurang baik, Sule selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tetap memiliki rasa kemanusiaan dan mengasihi sesama tanpa melihat masa lalu.
“Loh, ya enggak masalah, itu kan kakaknya walaupun tiri. Kita berbicara tentang manusia, bukan berbicara tentang sakitnya hati. Kalau berbicara masalah sakit, ya sakit lah. Cuman kan sesuatu hal yang terjadi mau bagaimana lagi. Saya mengajarkan anak saya untuk tetap mengasihi siapapun,” ucapnya.
Namun, Sule memberikan catatan keras bahwa bantuan dari kakak-kakak tirinya tidak menggugurkan kewajiban Teddy sebagai ayah kandung. Sule menyebut bahwa tanggung jawab utama dalam menghidupi dan menafkahi Bintang mutlak berada di pundak Teddy sebagai kepala keluarga, bukan pada anak-anak Sule.
“Tapi tidak ada kewajiban kakak-kakaknya untuk mengurus. Yang mempunyai tanggung jawab itu adalah bapaknya lah! Gimana? Harusnya bapaknya yang menghidupi. Jangan dibilang Putri tidak sayang. Itu tolol semua kalau menurut saya. Selama 7 bulan Putri membiayai adik tiri lho, itu membiayai selama 7 bulan. Iky juga,” jelas Sule.
Kekhawatiran Sule
Sule juga mengutarakan kekhawatirannya jika sosok Bintang sengaja dijadikan senjata untuk mendapatkan keuntungan dari aset yang sedang dipermasalahkan. Ia menyarankan agar Teddy lebih fokus mencari nafkah dengan bekerja daripada terus-menerus merongrong anak-anaknya terkait urusan harta warisan.
“Bisa jadi. Bintang itu bisa jadi dijadikan senjata sama dia (Teddy). Mau sama siapapun. Makanya lu tanya dong sama orangnya. Kenapa enggak kerja ngurusin anak? Malah ngurus-ngurusin ahli waris. Pengacaranya bilang ‘tidak ada unsur mau mengambil harta Kang Sule’, ya memang enggak ada. Cuman ngerepotin anak-anak saya,” kata Sule.
Dengan demikian, polemik warisan Lina Jubaedah tidak hanya tentang aset yang dipermasalahkan, tetapi juga tentang tanggung jawab orang tua dalam menghidupi dan mendidik anak-anak mereka.
Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.





