Beranda / Berita Lokal / Bandung Barat Terjepit Bencana Longsor: Darurat Bencana Ditetapkan, 82 Korban Masih Tercari

Bandung Barat Terjepit Bencana Longsor: Darurat Bencana Ditetapkan, 82 Korban Masih Tercari

Bandung Barat Terjepit Bencana Longsor Darurat Bencana Ditetapkan 82 Korban

Longsor Melanda Cisarua: Bupati Tetapkan Darurat Bencana

Bupati Kabupaten Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, telah menetapkan status darurat bencana setelah longsor besar-besaran melanda wilayah Cisarua, Sabtu (24/1). Keputusan ini diambil untuk mempercepat penanganan korban, pencarian warga yang tertimbun, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Jeje menegaskan bahwa status darurat bencana ini diperlukan karena jumlah korban yang cukup besar. “Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring.

Dengan status darurat bencana, seluruh sumber daya daerah akan dimaksimalkan untuk penanganan korban dan upaya pencegahan bencana serupa di masa mendatang. Hingga Sabtu siang, longsor tersebut telah menelan korban jiwa dan berdampak pada ratusan warga.

Kondisi Korban: 8 Meninggal, 23 Selamat, 82 Masih Tercari

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa dari total 113 warga yang tertimpa longsor, 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat. “Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ujarnya di lokasi kejadian.

Proses pencarian korban saat ini dikoordinasikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas. Tim penyelamat memastikan penanganan korban selamat menjadi prioritas utama sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan proses evakuasi.

Kondisi di lokasi kejadian masih kritis, dengan tanah yang masih tidak stabil dan risiko longsor tambahan yang tinggi. Tim penyelamat harus beroperasi dengan hati-hati untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Koordinasi Masif Antara Instansi: TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas Beraksi

Koordinasi penanganan bencana dilakukan secara masif oleh berbagai instansi. Bupati Jeje Ritchie Ismail mengkoordinasikan langsung dengan TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas untuk memastikan upaya pencarian dan penyelamatan berjalan lancar.

Tim penyelamat telah menggunakan berbagai alat dan teknologi untuk mencari korban yang tertimbun. Di antaranya adalah anjing pencari, alat pengesan panas, dan peralatan berat untuk mengeruk tanah yang longsor. Namun, proses ini masih menghadapi tantangan karena kondisi medan yang sulit.

BPBD Jawa Barat juga telah mengirim tim khusus untuk mengevaluasi risiko bencana di wilayah sekitar. Mereka akan mengidentifikasi daerah yang berpotensi longsor dan memberikan rekomendasi untuk mitigasi bencana di masa depan.

Mitigasi Bencana di Masa Depan: Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat langkah mitigasi bencana, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring. “Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di daerah rawan seperti perbukitan dan tanah miring,” katanya.

Beberapa langkah yang akan diambil meliputi:

    • Peningkatan sistem peringatan dini bencana
    • Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan longsor
    • Pendidikan dan pelatihan masyarakat tentang tanggapan bencana
    • Pemantauan terus-menerus terhadap kondisi tanah dan cuaca

Pemerintah juga akan bekerja sama dengan lembaga penelitian dan universitas untuk mengembangkan teknologi yang dapat membantu dalam mitigasi bencana. Ini termasuk penggunaan satelit, sensor tanah, dan sistem peringatan dini yang lebih canggih.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *