Beranda / Berita Lokal / Banjir Melanda Jakarta: 1.809 Warga Terpaksa Mengungsi, 78 RT dan 7 Ruas Jalan Tergenang

Banjir Melanda Jakarta: 1.809 Warga Terpaksa Mengungsi, 78 RT dan 7 Ruas Jalan Tergenang

Banjir Melanda Jakarta 1809 Warga Terpaksa Mengungsi 78 RT dan

Banjir Melanda Jakarta: Dampak dan Perkembangan Terbaru

Hujan lebat yang melanda Jakarta sejak Kamis, 22 Januari 2026, telah menyebabkan banjir di berbagai wilayah Ibu Kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat bahwa hingga Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, masih terdapat 78 rukun tetangga (RT) dan 7 ruas jalan yang tergenang. Akibatnya, 1.809 warga terpaksa mengungsi ke berbagai titik pengungsian.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan dalam keterangan tertulis bahwa situasi banjir masih memerlukan perhatian serius. “BPBD mencatat saat ini terdapat 78 RT dan 7 ruas jalan tergenang,” ujarnya. Masyarakat diimbau untuk waspada dan segera menghubungi nomor darurat 112 jika terjadi keadaan darurat.

Distribusi Pengungsi di Berbagai Wilayah Jakarta

Pengungsi banjir tersebar di berbagai wilayah Jakarta, dengan jumlah yang signifikan di beberapa kelurahan. Berikut adalah distribusi pengungsi berdasarkan wilayah:

    • Jakarta Barat:
      • Kelurahan Kedaung Kali Angke: 257 jiwa (48 KK) di Masjid Jami Al Khaeer, Masjid Jami Al Fudhollah, Masjid Muhajirin, PAUD Nusantara, Pos RW 002, Musala Nurul Ikhsan.
      • Kelurahan Rawa Buaya: 186 jiwa (48 KK) di Masjid Baitul Rahman dan Masjid Hidayatussalam.
      • Kelurahan Jelambar: 77 jiwa (20 KK) di Musala At Taqwa dan Masjid Nurul Islam.
      • Kelurahan Kedoya Selatan: 139 jiwa di Musala Al Hijrah, kantor kelurahan, dan aula RT 011 RW 005.
      • Kelurahan Kembangan Selatan: 60 warga di Majlis Daarul Muhyi.
      • Kelurahan Kembangan Utara: 30 warga di Masjid Jami Al Ikhlas.
      • Kelurahan Kota Bambu Selatan: 65 pengungsi di aula Rusunawa KS Tubun.
      • Kelurahan Duri Kosambi: 173 pengungsi di Masjid Baitul Khoir.
    • Jakarta Pusat:
      • Kelurahan Karet Tengsin: 256 orang di PAUD Nusantara, aula Masjid Muhajirin, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Segas dan Intiland.
    • Jakarta Timur:
      • Kelurahan Cipinang Melayu: 200 pengungsi di Masjid Al Muqorrobin.
      • Kelurahan Halim Perdana Kusuma: 209 pengungsi.
      • Kelurahan Cawang: 60 orang di Musala Al Islah.
    • Jakarta Utara:
      • Kelurahan Kapuk Muara: 97 orang (25 KK) di gang Masjid Nurul Jannah.

    Jalan Tergenang dan Kondisi Terkini

    BPBD Jakarta telah melaporkan tujuh ruas jalan yang masih tergenang hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Berikut adalah daftar jalan tergenang beserta ketinggian airnya:

    • Jl. Daan Mogot KM 13 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas), Kel. Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Ketinggian: 20 cm.
    • Jl. Gotong Royong RT.06 RW 08, Kel. Kapuk, Jakarta Barat. Ketinggian: 20 cm.
    • Jl. Kembangan Raya, Kel. Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Ketinggian: 50 cm.
    • Depan RS. Soeharto Heerdjan Jl. Prof. Dr. Latumenten No.1, RT.1/RW.4, Kel. Jelambar, Jakarta Barat. Ketinggian: 10 cm.
    • Jl. Prepedan Raya, Kel. Kamal, Jakarta Barat. Ketinggian: 15 cm.
    • Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Kel. Kembangan Utara, Jakarta Barat. Ketinggian: 20 cm.
    • Jl. Pulo Indah, Kel. Duri Kosambi, Jakarta Barat. Ketinggian: 20 cm.

    Sementara itu, beberapa jalan tergenang telah surut, termasuk:

    • Jl. Kapuk Bongkaran RT.022 RW 012, Kel. Kapuk, Jakarta Barat.
    • Jl. Taman Kota, Kel. Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat.
    • Jl. Strategi Raya, Kel. Joglo, Jakarta Barat.

Upaya Penanggulangan dan Pemberitahuan Masyarakat

BPBD Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonsetop,” kata Yohan.

Selain itu, BPBD juga menyarankan masyarakat untuk memantau informasi terbaru melalui media resmi dan menghindari aktivitas di daerah yang masih tergenang. Pihak berwenang juga sedang melakukan evaluasi terhadap infrastruktur drainase yang mungkin mempengaruhi terjadinya banjir ini.

Banjir yang melanda Jakarta ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya penanganan bencana alam. Upaya pengendalian banjir dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik diperlukan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *