Beranda / Berita Lokal / Banjir Melanda Tiga Daerah Jawa Timur: Kondisi Kritis dan Upaya Penanganan

Banjir Melanda Tiga Daerah Jawa Timur: Kondisi Kritis dan Upaya Penanganan

Banjir Melanda Tiga Daerah Jawa Timur Kondisi Kritis dan Upaya

Banjir Melanda Tiga Daerah Jawa Timur: Kondisi Kritis dan Upaya Penanganan

Tiga daerah di Jawa Timur—Sidoarjo, Lamongan, dan Pasuruan—masih terendam banjir, menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur dan kehidupan warga. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang terus-menerus dan sistem drainase yang kurang optimal. Berikut penjelasan mendalam tentang situasi saat ini.

Kondisi Banjir di Lamongan: Tanggap Darurat Diperpanjang

Lamongan masih menjadi pusat perhatian karena banjir yang terus berlanjut. Pemerintah daerah telah memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 26 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Lamongan Nomor 100.3.3.2/54/KPTS/413.013/2026. Kondisi genangan air di beberapa wilayah telah mengalami penurunan, namun Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Blawi tetap berada pada status siaga merah.

Pemerintah setempat telah mengerahkan tim penanganan bencana untuk memantau dan mengendalikan situasi. Upaya evakuasi dan distribusi bantuan juga terus berlanjut untuk warga yang terdampak.

Sidoarjo: Drainase Kurang Memadai Menyebabkan Genangan Air

Di Sidoarjo, banjir masih terjadi di beberapa titik akibat drainase yang kurang memadai. Gatot Soebroto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, menjelaskan bahwa genangan air saat ini mengalami penurunan di beberapa kecamatan, termasuk Tanggulangin, Candi, Waru, dan Sidoarjo.

Pemerintah daerah telah mengerahkan tim untuk membersihkan saluran drainase dan memastikan aliran air berjalan lancar. Warga juga dihimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di daerah rawan banjir.

Pasuruan: Debit Air Naik di DAS Rejoso Menyebabkan Banjir

Di Pasuruan, banjir terjadi akibat naiknya debit air di hulu DAS Rejoso. Peningkatan debit air sungai ini menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan serta permukiman warga. Pemerintah daerah telah mengerahkan tim untuk memantau situasi dan memastikan evakuasi warga yang terdampak.

Upaya penanganan juga meliputi pembangunan bendungan sementara dan penyediaan bantuan logistik untuk warga yang terdampak. Pemerintah juga meminta warga untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di daerah rawan banjir.

Upaya Penanganan dan Rekomendasi untuk Warga

Pemerintah Jawa Timur telah mengerahkan berbagai upaya penanganan banjir, termasuk pengadaan alat penanganan bencana, distribusi bantuan logistik, dan koordinasi dengan berbagai pihak. Namun, warga juga harus berperan aktif dalam menghadapi banjir.

    • Selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang.
    • Menghindari aktivitas di daerah rawan banjir.
    • Menyimpan barang-barang penting di tempat yang aman.
    • Mengikuti instruksi dari tim penanganan bencana.

Banjir yang melanda tiga daerah ini menjadi peringatan bahwa sistem drainase dan infrastruktur harus terus diperbaiki untuk menghindari bencana yang lebih besar di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *