Beranda / Berita Lokal / Bencana di Halmahera Selatan: Kapal Longboat Tenggelam, Satu Korban Hilang dalam Gelombang Liar

Bencana di Halmahera Selatan: Kapal Longboat Tenggelam, Satu Korban Hilang dalam Gelombang Liar

Bencana di Halmahera Selatan Kapal Longboat Tenggelam Satu Korban Hilang

Kejadian Tragis di Perairan Halmahera Selatan

Pada Jumat, 23 Januari 2026, sebuah kapal longboat yang berlayar menuju Babang-Pigaraja tenggelam di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIT setelah kapal tersebut dihantam gelombang tinggi. Satu orang dilaporkan hilang akibat kecelakaan ini.

Menurut data yang dihimpun Tempo, kapal longboat tersebut mengangkut puluhan penumpang dengan tujuan Desa Pigaraja. Kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi diperkirakan sebagai penyebab utama insiden ini. Tim penyelamatan segera diberangkatkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Operasi Penyelamatan dalam Proses

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa operasi penyelamatan masih berlangsung. Tim Rescue USS Halmahera Selatan bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menyelamatkan korban.

Dalam wawancara dengan Tempo, Iwan menjelaskan bahwa operasi penyelamatan melibatkan Polair Polres Halmahera Selatan, TNI AL, dan BPBD Halsel. “Proses operasi keselamatan hingga saat ini masih berlangsung. Kami melibatkan unsur Polair Polres Halmahera Selatan, TNI AL, dan BPBD Halsel,” kata Iwan.

Iwan juga menambahkan bahwa jumlah penumpang dan korban masih dalam proses pendataan. “Jumlah korban masih dalam pendataan. Perkembangan selanjutnya menyusul,” ujarnya.

Peringatan dari Pemerintah Daerah

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian, terutama melalui jalur laut. Dia menyarankan agar masyarakat menunda perjalanan jika kondisi cuaca dan laut tidak memungkinkan.

“Saya meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri bepergian bila kondisi laut tidak bersahabat. Ini penting agar kita semua bisa menghindari terjadinya kecelakaan,” ujar Sherly. Peringatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

Analisis dan Implikasi Bencana

Insiden ini mengungkapkan beberapa masalah yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan sarana dan prasarana penyelamatan, serta kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca. Selain itu, peran instansi terkait dalam menangani bencana juga menjadi poin penting yang perlu diperbaiki.

Beberapa poin yang dapat diambil dari insiden ini:

    • Kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana penyelamatan di daerah terpencil.
    • Peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca dan laut.
    • Peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan informasi dan peringatan dini.
    • Kebutuhan peningkatan koordinasi antara berbagai instansi dalam menangani bencana.

Insiden ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya ketatnya aturan keselamatan di perairan, terutama di daerah yang rentan terhadap bencana alam. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *