Bullying di sekolah bukan hanya masalah kecil. Beberapa drama Korea mengangkat tema ini dengan alur yang menegang dan karakter yang memukau. Berikut daftar drama yang mengungkap realitas keras tentang perundungan di sekolah.
Drama yang Menggambarkan Bullying sebagai Masalah Sistemik
Beberapa drama Korea menghadirkan kisah yang tidak nyaman namun relevan dengan realitas sosial. Kekerasan verbal, fisik, hingga psikologis menjadi benang merah yang menghubungkan banyak cerita dalam genre ini. Melalui sudut pandang korban, keluarga, hingga pelaku, drama-drama ini memperlihatkan bagaimana perundungan dapat membentuk trauma jangka panjang.
The Glory (2022): Cerita Balas Dendam yang Menegang Sariku
Drama THE GLORY (2022) mengisahkan Moon Dong Eun, seorang siswi SMA yang terjebak dalam siklus kekerasan dan bullying brutal oleh teman-teman sebayanya. Park Yeon Jin dan gengnya menjadi simbol kekuasaan yang menyiksa Dong Eun secara fisik dan mental tanpa adanya perlindungan dari guru maupun lingkungan sekolah. Dalam kondisi tanpa harapan dan dukungan, Dong Eun tumbuh dengan luka batin yang mendalam. Trauma masa SMA inilah yang membentuk tekadnya untuk menyusun rencana balas dendam yang penuh perhitungan pada masa dewasa.
Weak Hero Class 1 (2022): Kekerasan yang Berkembang dari Pembiaran
WEAK HERO CLASS 1 (2022) berpusat pada sosok Yeon Si Eun, siswa yang memilih hidup dalam kesunyian dan menjauh dari interaksi sosial di sekolah. Fokusnya pada pelajaran dan sikap tidak mencolok justru membuatnya dipandang lemah oleh lingkungan sekitarnya, terutama oleh Young Bin yang gemar mencari target empuk. Perundungan yang dialami Si Eun tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari pembiaran dan ketidakpedulian pihak sekolah. Drama ini memperlihatkan bagaimana kekerasan berkembang ketika korban dibiarkan sendirian, hingga akhirnya Si Eun terpaksa melawan dengan kecerdasan dan strategi yang lahir dari tekanan ekstrem.
Class of Lies (2019): Rahasia di Balik Sekolah Elit
Dalam CLASS OF LIES (2019), kematian Soo Ah menjadi pintu masuk untuk mengungkap wajah kelam sebuah sekolah elit yang tampak sempurna dari luar. Tuduhan terhadap Kim Han Soo menciptakan suasana penuh kecurigaan, di mana kebenaran sulit dibedakan dari kepentingan dan manipulasi. Mu Hyeok, seorang pengacara yang kariernya terancam, menyusup ke sekolah dengan identitas palsu sebagai guru. Dari dalam sistem pendidikan tersebut, ia menemukan bahwa bullying bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari budaya persaingan dan penindasan yang telah lama dibiarkan tumbuh.
Beautiful World (2019): Dampak Bullying pada Keluarga
BEAUTIFUL WORLD (2019) menggambarkan dampak bullying dari sudut pandang keluarga korban. Park Sun Ho mengalami kekerasan yang begitu parah hingga menyebabkan koma, mengubah kehidupan orang tuanya secara drastis dalam sekejap. Perjuangan Park Moo Jin dan Kang In Ha tidak hanya soal menyelamatkan anak mereka, tetapi juga menghadapi tembok kekuasaan yang menutup-nutupi kebenaran. Drama ini menekankan bahwa bullying tidak berhenti pada korban, melainkan menghancurkan seluruh keluarga secara perlahan.
Save Me (2017): Trauma yang Berubah Menjadi Manipulasi
Dalam SAVE ME (2017), bullying menjadi luka awal yang memicu rangkaian tragedi berikutnya. Im Sang Jin yang mengalami tekanan mental akibat perundungan membuat keluarganya terpaksa meninggalkan kehidupan lama mereka di kota. Di desa Muji-gun, trauma tersebut dimanfaatkan oleh sekte Goseonwon yang menyamar sebagai komunitas religius. Kekerasan yang awalnya terjadi di sekolah berkembang menjadi manipulasi psikologis, pencucian otak, dan kekerasan sistematis yang jauh lebih mengerikan.
Angry Mom (2015): Ibu yang Berperang demi Anak
ANGRY MOM (2015) menampilkan perspektif unik melalui Kang Ja, seorang ibu yang masa lalunya dipenuhi kekerasan. Ketika putrinya menjadi korban bullying, naluri keibuannya mendorong keputusan ekstrem untuk menyamar sebagai siswa. Di balik aksi nekat tersebut, Kang Ja menyaksikan langsung bagaimana sistem sekolah gagal melindungi muridnya. Drama ini memperlihatkan benturan antara kekuasaan, ketakutan, dan keberanian seorang ibu yang menolak diam.
School 2015: Who Are You: Identitas dan Trauma
SCHOOL 2015: WHO ARE YOU menyoroti penderitaan Lee Eun Bi yang hidup dalam tekanan perundungan hingga hampir mengakhiri hidupnya. Kondisinya sangat kontras dengan Go Eun Byul, saudara kembarnya yang tumbuh dalam lingkungan lebih aman. Ketika Eun Bi kehilangan ingatan dan disangka sebagai Eun Byul, luka bullying tidak serta-merta hilang. Drama ini memperlihatkan bagaimana trauma masa lalu terus memengaruhi identitas, hubungan, dan pilihan hidup para karakternya.
Pyramid Game (2024): Sistem Penilaian Sosial yang Kejam
Dalam PYRAMID GAME (2024), bullying dilembagakan melalui sistem penilaian sosial di sekolah elit. Voting yang menentukan peringkat siswa menciptakan struktur kekuasaan yang kejam dan terbuka. Sung Su Ji menjadi korban sejak hari pertama, bukan karena kesalahan pribadi, melainkan karena sistem itu sendiri. Kekerasan dalam drama ini terasa dingin dan terorganisir, seolah menjadi bagian resmi dari kehidupan sekolah.
The King of Pigs (2022): Trauma yang Tidak Pernah Hilang
THE KING OF PIGS (2022) menunjukkan bahwa bullying tidak berhenti saat masa sekolah berakhir. Hwang Kyung Min menjalani kehidupan dewasa yang tampak normal, namun trauma masa lalunya terus membayangi. Kematian para pelaku bullying membuka kembali luka yang tidak pernah sembuh. Drama ini menekankan bahwa perundungan meninggalkan bekas panjang yang dapat menghancurkan seseorang bertahun-tahun kemudian.
True Beauty (2020): Tekanan Psikologis dan Identitas
Dalam TRUE BEAUTY (2020), Im Ju Kyung tumbuh dengan rasa rendah diri akibat ejekan terus-menerus. Bullying yang ia alami datang dari keluarga dan lingkungan sosial yang menilai penampilan sebagai segalanya. Kemampuan makeup mengubah cara orang memandangnya, namun tidak menghapus ketakutan batinnya. Drama ini mengangkat tekanan psikologis korban bullying yang hidup dalam ketakutan identitasnya terbongkar.
Extracurricular (2020): Kehidupan Ganda yang Berbahaya
EXTRACURRICULAR (2020) memperlihatkan Oh Ji Soo sebagai siswa teladan dengan kehidupan yang jauh dari kata ideal. Tekanan ekonomi dan perundungan membuatnya menjalani hidup ganda yang berbahaya. Bullying tidak hanya melukai mental, tetapi juga mendorong keputusan ekstrem. Drama ini menggambarkan bagaimana remaja bisa terperosok jauh ketika tidak memiliki tempat aman.
Solomon’s Perjury (2016): Rahasia yang Disembunyikan
SOLOMON’S PERJURY (2016) dibuka dengan kematian misterius Lee Soo Woo, seorang siswa yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi yang memunculkan banyak pertanyaan. Peristiwa ini mengguncang lingkungan sekolah dan menciptakan suasana penuh kecurigaan di antara para siswa, guru, dan pihak berwenang. Penyelidikan resmi yang dilakukan kepolisian tidak sepenuhnya mampu menjawab keraguan yang berkembang. Ketidakjelasan ini justru memperkuat rasa tidak percaya di kalangan siswa, yang merasa ada kebenaran penting yang sengaja disembunyikan.
High School Return of a Gangster (2024): Perubahan dari Gangster menjadi Pelindung
Dalam HIGH SCHOOL RETURN OF A GANGSTER (2024), Kim Deuk Pal menjalani pengalaman tak terduga ketika jiwanya berpindah ke tubuh seorang siswa SMA bernama Song Yi Heon. Peristiwa ini menjadi pintu masuk bagi Deuk Pal untuk melihat secara langsung dunia sekolah yang penuh tekanan dan kekerasan tersembunyi. Sebagai seseorang yang telah lama hidup di dunia keras, Deuk Pal segera menyadari bahwa perundungan yang dialami Yi Heon bukan sekadar konflik remaja biasa. Bullying digambarkan sebagai rutinitas yang merusak harga diri, menekan mental, dan membuat korban merasa tak memiliki jalan keluar. Drama ini menggabungkan luka masa lalu dengan realitas korban bullying masa kini. Kekerasan tidak lagi dipandang sebagai kenakalan, melainkan sebagai kejahatan yang meninggalkan bekas mendalam.
Undercover High School (2025): Rahasia di Balik Sekolah Tertib
UNDERCOVER HIGH SCHOOL (2025) mengikuti Jung Hae Seong, seorang agen elit yang harus menyamar sebagai siswa di sebuah sekolah menengah. Penyamaran ini awalnya dilakukan demi mengungkap misteri emas milik Raja Gojong yang hilang. Namun, seiring Hae Seong menjalani kehidupan sebagai siswa, ia menemukan realitas yang jauh lebih kompleks. Di balik wajah sekolah yang tertib dan berprestasi, tersimpan penyimpangan sistemik yang memengaruhi seluruh ekosistem pendidikan. Bullying muncul sebagai salah satu gejala dari korupsi yang lebih luas. Kekuasaan, ketakutan, dan kepentingan tertentu membentuk lingkungan di mana kekerasan terhadap siswa bisa terjadi tanpa konsekuensi berarti.
Hierarchy (2024): Struktur Sosial yang Kaku
HIERARCHY (2024) berlatar Jooshin High School, sekolah elit yang diatur oleh struktur sosial yang kaku. Status keluarga menjadi tolok ukur utama dalam menentukan perlakuan, pengaruh, dan posisi setiap siswa. Jeong Jae Yi, Kim Ri An, Yoon He Ra, dan Lee Woo Jin hidup di bawah tekanan ekspektasi yang tinggi. Kekuasaan dan privilese menciptakan jarak yang tajam antara mereka yang berada di puncak dan mereka yang tidak memiliki perlindungan sosial. Dalam drama ini, bullying digunakan sebagai alat untuk mempertahankan dominasi dan menyingkirkan ancaman. Kekerasan sosial tidak selalu berbentuk fisik, tetapi hadir melalui tekanan psikologis yang terus-menerus.
Tema Utama dan Karakter yang Berubah
Tema utama dari drama-drama sekolah ini mencakup bullying, rahasia keluarga, intrik sekolah, dan perjuangan remaja dalam situasi ekstrem. Karakter yang mengalami perubahan terbesar adalah Kim Deuk Pal di HIGH SCHOOL RETURN OF A GANGSTER (2024), yang menunjukkan perubahan signifikan dari gangster menjadi pelindung siswa yang dibully. HIERARCHY (2024) berfokus pada sekolah bergengsi dengan siswa dari keluarga berpengaruh dan rahasia yang mengubah keseimbangan sekolah.
Itulah daftar drama Korea yang mengungkap realitas keras tentang bullying di sekolah. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi untuk kalian yang ingin menonton drama dengan tema serius ini.
Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.

