Gempa Tektonik Mengguncang Perairan Maluku Barat Daya
Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5.5 telah mengguncang perairan Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Senin, 26 Januari 2025. Menurut data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Puncak Karang Panjang Ambon, gempa tersebut terjadi pada pukul 09:54 WIT (07:54 WIB). Pusat gempa tercatat berada di koordinat 7.71 Lintang Selatan (LS) dan 127.81 Bujur Timur (BT), sekitar 49 kilometer timur laut Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.
BMKG secara resmi menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi mengakibatkan tsunami, karena kedalaman dan lokasi gempa yang jauh dari daratan. Namun, peringatan tetap dijalankan untuk memastikan keamanan warga setempat.
Analisis Teknis dan Potensi Kerusakan
Gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa tektonik, yang terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi. Kedalaman gempa yang mencapai 163 kilometer menunjukkan bahwa sumber gempa berada di zona subduksi, di mana lempeng Samudra Hindia bertemu dengan lempeng Australia.
Menurut ahli geofisika, gempa dengan magnitudo 5.5 dapat dirasakan oleh penduduk di daerah sekitar, namun potensi kerusakan fisik biasanya terbatas. Namun, jika gempa terjadi di daerah berpenduduk padat atau dengan kedalaman yang lebih dangkal, dampaknya bisa lebih parah.
- Magnitudo 5.5: Dirasakan kuat, potensi kerusakan ringan hingga sedang
- Kedalaman 163 km: Tidak berpotensi tsunami
- Lokasi: 49 km timur laut Maluku Barat Daya
- Gempa 2010: Magnitudo 6.8, kerusakan ringan
- Gempa 2015: Magnitudo 5.2, tidak ada kerusakan
- Gempa 2020: Magnitudo 5.5, tidak ada kerusakan
Respon Pemerintah dan Masyarakat
Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi tentang kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Pemerintah setempat dan BMKG terus memantau situasi untuk memastikan keamanan warga. BMKG juga telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gempa ini tidak berpotensi mengakibatkan bencana besar.
Masyarakat di daerah sekitar dianjurkan untuk tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk situasi darurat, meskipun potensi kerusakan dianggap rendah. BMKG juga mengingatkan untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi.
Sejarah Gempa di Maluku Barat Daya
Maluku Barat Daya merupakan daerah yang terletak di zona subduksi, yang membuatnya rentan terhadap gempa bumi. Sejarah gempa di wilayah ini menunjukkan bahwa gempa dengan magnitudo 5.0 ke atas terjadi secara berkala, meskipun gempa dengan magnitudo lebih besar sangat jarang.
Gempa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah gempa magnitudo 6.8 pada tahun 2010, yang menyebabkan kerusakan ringan dan tidak ada korban jiwa. Gempa ini juga tidak mengakibatkan tsunami.





