Banjir Melanda Jakarta: Situasi dan Dampaknya
Jakarta kembali dilanda banjir yang tidak surut sejak Kamis (22/1) malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 114 Rukun Tetangga (RT) dan 15 ruas jalan masih terendam air pada Jumat (23/1) malam. Banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan luapan beberapa kali besar, seperti Kali Angke, Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.
Banjir tersebar di empat wilayah administratif DKI Jakarta, dengan Jakarta Barat paling terpengaruh dengan 50 RT terendam. Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara masing-masing melaporkan 31, 26, dan 7 RT terendam. Ketinggian air bervariasi antara 15 cm hingga 120 cm, menyebabkan ratusan warga mengungsi.
Ruas Jalan Utama Terendam, Transportasi Terganggu
Selain RT, 15 ruas jalan utama di Jakarta juga terendam banjir. Mayoritas ruas jalan tersebut berada di Jakarta Barat, dengan beberapa di Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Banjir ini menyebabkan gangguan transportasi, terutama di wilayah yang sering dilalui oleh warga dan pengemudi.
BPBD DKI Jakarta masih melakukan monitoring untuk mengevaluasi dampak banjir ini. Pemerintah juga telah mengimbau warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah yang terendam air.
Pemerintah Jakarta Ajak WFH dan PJJ, Ingin Mencegah Kerumunan
Untuk mengurangi kerumunan dan mencegah penularan penyakit, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sementara bagi satuan pendidikan di Jakarta. Kebijakan ini berlaku hingga 28 Januari 2026 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan cuaca.
Selain itu, Pemprov DKI juga mengimbau perusahaan di Jakarta untuk menerapkan sistem kerja fleksibel, termasuk penyesuaian jam kerja dan work from home (WFH). Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi perusahaan dengan operasional 24 jam atau yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti sektor kesehatan, transportasi umum, logistik vital, serta energi dan utilitas dasar.
Tips Warga untuk Menghadapi Banjir
Dalam menghadapi banjir, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
- Jangan berjalan atau berkendara melalui air yang tinggi, terutama jika tidak yakin dengan kedalaman air.
- Pastikan semua peralatan elektronik dan dokumen penting disimpan di tempat yang aman.
- Jika harus mengungsi, pilih tempat yang lebih tinggi dan aman.
- Sekiranya terjadi banjir bandang, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi dan menghubungi pihak berwenang.




