Intro yang Bikin Penasaran
Kamu tahu kan kalau aplikasi dan website PT Kereta Api Indonesia (KAI) sempat mengalami ‘koma’ selama 4 jam pada malam hari? Ya, benar! Pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, baik aplikasi Access by KAI maupun situs web kai.id tidak bisa diakses. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
KAI Lakukan Migrasi Sistem untuk Meningkatkan Kapasitas
Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, migrasi sistem ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) mereka. Tujuannya adalah agar seluruh kanal pemesanan tiket, baik melalui aplikasi maupun website, memiliki performa yang stabil dan responsif, terutama saat menghadapi lonjakan transaksi yang tinggi pada masa pemesanan tiket Lebaran.
KAI ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memesan tiket mudik dengan lebih lancar tanpa kendala teknis. Oleh karena itu, mereka melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern, yang dapat menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time.
Apa yang Terjadi Selama 4 Jam ‘Koma’?
Selama proses migrasi, seluruh layanan pemesanan, pembayaran, hingga pembatalan tiket secara online melalui aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, serta kanal eksternal/mitra resmi lainnya tidak dapat diakses sementara. Namun, KAI memastikan bahwa pelayanan kepada penumpang tetap berjalan melalui langkah-langkah berikut:
Pelayanan Tiket di Stasiun: Bagi calon penumpang yang ingin membeli tiket secara mendadak (go-show) atau melakukan transaksi darurat, pelayanan tetap dialihkan secara manual melalui loket stasiun (offline).
Proses Boarding: Operasional keberangkatan dan kepulangan penumpang tetap berjalan sesuai jadwal. Petugas telah menyiapkan manifest penumpang secara manual untuk memastikan proses boarding di stasiun tidak terganggu.
Siapa yang Terkena Dampak?
Nah, kamu mungkin bertanya-tanya, siapa yang terkena dampak dari ‘koma’ 4 jam ini? Jawabannya adalah calon penumpang yang ingin membeli tiket secara online. Mereka harus menunda pembelian tiket mereka hingga proses migrasi selesai.
Namun, perlu diingat bahwa KAI telah memilih waktu dini hari untuk melakukan migrasi karena trafik transaksi yang paling rendah, sehingga dampak terhadap calon penumpang dapat diminimalisir.
Panduan untuk Calon Penumpang
Untuk calon penumpang yang berangkat pada periode migrasi, KAI menyarankan untuk menyimpan screenshot tiket/kode booking dari aplikasi atau mengecek kode booking di email untuk memperlancar proses boarding.
Kesimpulan
Jadi, itu tadi adalah cerita tentang ‘koma’ 4 jam yang dialami oleh aplikasi dan website KAI. Meskipun terdengar seperti berita yang tidak menguntungkan, namun sebenarnya ini adalah langkah yang diambil oleh KAI untuk meningkatkan kapasitas dan memastikan keandalan layanan mereka.





