Kejaksaan Agung Cabut Kepala Kajari Magetan: Apa Sebenarnya Kasus yang Menyusul?
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Magetan, Dezi Septiapermana, resmi dicopot dari jabatannya setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Keputusan ini diumumkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Agus Sahat, pada Senin, 19 Januari 2026. Dezi hanya menjabat selama kurang lebih tiga bulan sebelum dipecat.
Agus Sahat menjelaskan bahwa jabatan Dezi saat ini diisi oleh Koordinator Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Farkhan Junaedi, sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Farkhan akan melanjutkan semua tugas yang sebelumnya dijalankan Dezi. Tim Pengamanan Sumber Daya Organisasi (PAM SDO) dan Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi (SIRI) Kejaksaan RI telah mengamankan Dezi pada Kamis, 16 Januari 2026.
Proses Pemeriksaan dan Pengamanan yang Rahasia
Agus Sahat mengonfirmasi bahwa pengamanan terhadap Dezi telah dilakukan sebelum KPK melakukan Operasi Tindak Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun. Dezi langsung dibawa dari Magetan ke Kantor Kejaksaan Agung di Jakarta melalui rute Solo.
“Langsung dibawa ke Jakarta lewat Solo, dekat dari Solo ke Magetan. Kejadian sebelum KPK OTT Wali Kota Madiun,” ujar Agus. Pengamanan ini dilakukan dengan sangat rahasia, dan hingga saat ini, belum ada informasi yang jelas tentang alasan pasti pemecatan Dezi.
Reaksi dari Masyarakat dan Kejaksaan
Masyarakat Magetan dan pejabat lokal masih menunggu informasi lebih lanjut tentang kasus ini. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan atas keputusan ini, sementara lainya berharap agar proses hukum berjalan dengan transparan.
Sementara itu, Kejaksaan Agung tetap diam tentang detail kasus yang melibatkan Dezi. Tim PAM SDO dan SIRI masih melakukan investigasi lebih lanjut. Agus Sahat meminta masyarakat untuk tidak membuat spekulasi sebelum informasi resmi dikeluarkan.
Implikasi dan Tindak Lanjut
Pemecatan Dezi Septiapermana dapat memiliki dampak signifikan pada tata kelola kejaksaan di Magetan. Farkhan Junaedi, sebagai Plt, akan memimpin Kajari Magetan sementara hingga ada keputusan lebih lanjut dari Kejaksaan Agung.
Tim investigasi masih melakukan pemeriksaan terhadap Dezi, dan jika ditemukan bukti pelanggaran, tindakan hukum lebih lanjut akan diambil. Masyarakat diharapkan untuk tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.
Kesimpulan dan Harapan
Kasus pemecatan Dezi Septiapermana menjadi perhatian besar, terutama karena prosesnya yang sangat rahasia. Kejaksaan Agung harus menjamin transparansi dalam penanganan kasus ini agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.
Diharapkan, proses hukum akan berjalan dengan adil dan transparan, serta tidak ada spekulasi yang tidak perlu. Kejaksaan Agung harus memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat tentang kasus ini.





