Beranda / Berita Umum / Miliarder Dunia Menuntut Pajak Lebih Tinggi untuk Super Kaya: Kekayaan Ekstrem Merugikan Semua

Miliarder Dunia Menuntut Pajak Lebih Tinggi untuk Super Kaya: Kekayaan Ekstrem Merugikan Semua

400 Miliarder Bersuara: Pajak Lebih Tinggi untuk Menutup Kesenjangan Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia – Hampir 400 miliarder dunia telah menandatangani surat terbuka yang menuntut pajak lebih tinggi bagi kaum super kaya. Ini terjadi saat Forum Ekonomi Dunia (WEF) berlangsung di Davos, Swiss. Surat terbuka tersebut, yang dilansir oleh Independent, ditandatangani oleh tokoh-tokoh terkenal seperti aktor Mark Ruffalo dan musisi Brian Eno.

Desakan ini tidak hanya tentang keadilan pajak, tetapi juga tentang peringatan bahwa kekayaan ekstrem memiliki dampak negatif yang luas. Para penandatangan menyoroti laporan bahwa 1% orang terkaya memiliki kekayaan lebih dari 95% penduduk dunia lainnya. Surat terbuka ini menyerukan kepada para pemimpin global untuk menutup kesenjangan yang semakin lebar.

Kritik Terhadap Sistem Ekonomi Global yang Tidak Adil

Dalam pernyataan mereka, para miliarder mengkritik sistem ekonomi global yang dianggap tidak adil. Mereka menyatakan bahwa “segelintir oligarki global dengan kekayaan ekstrem telah membeli demokrasi kita; mengambil alih pemerintahan kita; membungkam kebebasan media kita; mencekik teknologi dan inovasi; memperdalam kemiskinan dan pengucilan sosial; dan mempercepat kerusakan planet kita.”

Surat terbuka ini juga mengemukakan bahwa “apa yang kita hargai, kaya dan miskin, sedang dikikis oleh mereka yang berniat memperlebar jurang antara kekuasaan mereka yang besar dan semua orang lain.” Para penandatangan mengaku bahwa bahkan mereka sendiri, sebagai miliarder, menyadari bahwa kekayaan ekstrem telah merugikan semua orang lain.

    • 1% orang terkaya memiliki kekayaan lebih dari 95% penduduk dunia lainnya.
    • Kekayaan ekstrem dianggap merugikan demokrasi, pemerintahan, dan lingkungan.
    • Para miliarder mengaku bahwa sistem ekonomi saat ini tidak adil.

    Kampanye “Time to Win” dan Tanggapan Global

    Kampanye bertajuk “Time to Win” digagas oleh Patriotic Millionaires, Millionaires for Humanity, dan Oxfam. Mereka menyampaikan pesan tegas kepada para pemimpin global untuk segera bertindak. “Anda sudah memiliki solusi sederhana dan efektif, yang didukung oleh para jutawan dan masyarakat umum. Berhentilah membuang-buang waktu yang kita miliki. Kenakan pajak kepada orang-orang super kaya,” demikian pernyataan kelompok tersebut.

    Kehadiran Presiden AS Donald Trump menjadi fokus perhatian karena ancamannya untuk merebut wilayah Denmark, Greenland, dan mengenakan tarif pada sekutu yang tidak mendukungnya. Trump, yang sendiri merupakan seorang miliarder, telah mengumpulkan kabinet terkaya dalam sejarah AS pada masa jabatan keduanya. Kekayaan gabungan mereka tahun lalu mencapai US$7,5 miliar, menurut Forbes.

    Analisis dari Ahli Ekonomi dan Aktivis

    Direktur eksekutif Oxfam International, Amitabh Beha, menjelaskan bahwa peningkatan kekayaan miliarder belum pernah terjadi sebelumnya. Orang-orang super kaya diberi kebebasan penuh. Menurut data, 1% orang terkaya sekarang memiliki kekayaan tiga kali lebih banyak daripada total kekayaan publik dunia secara gabungan.

    “Ini adalah tuduhan yang jelas yang menggambarkan betapa tidak masuk akalnya jurang pemisah antara oligarki dan umat manusia lainnya saat ini. Pemerintah harus segera menerapkan pajak terhadap kaum super kaya dan memprioritaskan pengurangan ketidaksetaraan. Dunia tidak bisa terus berada di jalur yang mengerikan ini,” ujarnya.

    Para ahli ekonomi juga mengemukakan bahwa pajak lebih tinggi bagi kaum super kaya tidak hanya akan menutup kesenjangan ekonomi, tetapi juga akan mendanai program sosial yang penting. Ini termasuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

    • Pajak lebih tinggi bagi super kaya dapat mendanai program sosial penting.
    • Kekayaan ekstrem dianggap merugikan demokrasi dan lingkungan.
    • Para miliarder mendukung pajak lebih tinggi untuk keadilan ekonomi.
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *