Beranda / Berita Lokal / Muryanto Amin Terpilih Rektor USU 2026-2031: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Ekonomi Sumatera Utara

Muryanto Amin Terpilih Rektor USU 2026-2031: Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Ekonomi Sumatera Utara

Muryanto Amin Terpilih Rektor USU 20262031 Peran Strategis Perguruan Tinggi

Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melangkah maju dengan pelantikan Muryanto Amin sebagai Rektor periode 2026-2031. Acara yang digelar di Auditorium USU, Rabu (28/1), tidak hanya tentang peralihan kekuasaan, tetapi juga tentang visi yang lebih besar untuk mendorong perkembangan ekonomi Sumatera Utara melalui pendidikan dan inovasi. Muryanto Amin, yang kembali dipercaya untuk periode kedua, membawa harapan baru bagi civitas akademika dan masyarakat Sumatera Utara.

Perbedaan dalam Demokrasi Kampus

Agus Andrianto, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, dalam sambutannya meminta seluruh civitas akademika untuk mengakhiri perbedaan yang muncul selama proses pemilihan rektor. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi kampus, tetapi setelah proses selesai, semua harus bersatu untuk membangun USU yang lebih baik.

Perbedaan pendapat dalam demokrasi kampus mirip dengan dinamika di sebuah tim sepak bola. Setiap pemain memiliki ide tentang taktik yang terbaik, tetapi setelah pelatih memutuskan, semua pemain harus bekerja sama untuk memenangkan pertandingan.

“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun setelah proses ini selesai, kita harus kembali bersatu untuk membangun USU agar semakin baik ke depan,” ujar Agus di Auditorium USU.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Agus Andrianto juga menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai lokomotif pengembangan teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan institusi tidak ditentukan oleh peran individu semata, melainkan oleh kolaborasi seluruh civitas akademika.

Keberhasilan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan ekonomi dapat dibandingkan dengan peran seorang kapten dalam sebuah kapal. Kapten tidak bisa mengarahkan kapal sendiri tanpa kerja sama awak kapal yang lain. Begitu pula dengan perguruan tinggi, keberhasilan tidak hanya bergantung pada rektor, tetapi juga pada kolaborasi seluruh civitas akademika.

Menariknya, Agus juga menggarisbawahi pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja. Ini bukan hanya tentang memproduksi lulusan yang cerdas akademik, tetapi juga siap bekerja dan berinovasi.

Integrasi Dunia Akademik dan Dunia Kerja

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang hadir dalam pelantikan, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya integrasi antara dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja di Sumatera Utara, terutama dalam mendukung hilirisasi. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja.

Bobby Nasution menggarisbawahi pentingnya tenaga ahli untuk mendukung industri pengolahan agar hasil perkebunan Sumatera Utara tidak lagi dijual mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah tinggi. Ini mirip dengan peran seorang chef dalam sebuah restoran. Chef tidak hanya memasak, tetapi juga memahami kebutuhan pelanggan dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Lulusan perguruan tinggi ke depan tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja. Kita membutuhkan tenaga ahli untuk mendukung industri pengolahan agar hasil perkebunan kita tidak lagi dijual mentah, tetapi menjadi produk bernilai tambah tinggi,” katanya.

Tantangan bagi Kepemimpinan USU

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen PTST) Prof Dr Fauzan dalam arahannya memberikan tantangan bagi kepemimpinan USU ke depan. Ia menegaskan bahwa universitas harus mampu menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat.

Fauzan menekankan bahwa USU tidak bisa hanya dijalankan dengan leadership yang biasa-biasa saja. Gerak langkah tidak boleh sama dengan kemarin, mesti hari ini lebih baik dari kemarin. Kampus harus menjadi ekosistem sosial yang menjawab perkembangan persoalan masyarakat.

Tantangan ini mirip dengan peran seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan teknologi. Pemimpin tidak hanya harus memimpin, tetapi juga harus mampu merespon perubahan cepat dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Komitmen Muryanto Amin

Rektor USU Muryanto Amin menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran USU sebagai pusat solusi bagi masyarakat melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Muryanto Amin menggarisbawahi pentingnya kerja sama seluruh pihak agar USU dapat menjadi lokomotif untuk menjawab semua permasalahan di tengah masyarakat. Dunia tidak berhenti berpacu. Kita harus mengajak kerja sama seluruh pihak agar USU dapat menjadi lokomotif untuk menjawab semua permasalahan di tengah masyarakat.

Komitmen Muryanto Amin mirip dengan peran seorang dokter dalam sebuah rumah sakit. Dokter tidak hanya mengobati pasien, tetapi juga harus bekerja sama dengan tim medis untuk memberikan perawatan yang terbaik.

“Dunia tidak berhenti berpacu. Kita harus mengajak kerja sama seluruh pihak agar USU dapat menjadi lokomotif untuk menjawab semua permasalahan di tengah masyarakat,” ujar Muryanto.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Siapa Muryanto Amin?

Muryanto Amin adalah Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026-2031. Ia kembali dipercaya untuk periode kedua setelah sebelumnya telah memimpin USU selama periode sebelumnya.

Apakah perbedaan pendapat dalam demokrasi kampus wajar?

Ya, perbedaan pendapat dalam demokrasi kampus adalah hal yang wajar. Namun, setelah proses pemilihan selesai, semua harus bersatu untuk membangun institusi yang lebih baik.

Bagaimana peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi?

Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai lokomotif pengembangan teknologi yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat. Keberhasilan institusi tidak ditentukan oleh peran individu semata, melainkan oleh kolaborasi seluruh civitas akademika.

Bagaimana integrasi dunia akademik dan dunia kerja?

Integrasi dunia akademik dan dunia kerja penting untuk memproduksi lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap kerja, siap berinovasi, bahkan siap menciptakan lapangan kerja.

Artikel ini disarikan dari berbagai sumber berita nasional. Seluruh penyajian dan analisis merupakan pendapat menurut cara pandang kami, tanpa bermaksud menyudutkan atau merugikan pihak manapun.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *