Beranda / Berita Lokal / Operasi Modifikasi Cuaca BPBD Jakarta: Strategi Inovatif Menghadapi Hujan Ekstrem

Operasi Modifikasi Cuaca BPBD Jakarta: Strategi Inovatif Menghadapi Hujan Ekstrem

Operasi Modifikasi Cuaca BPBD Jakarta Strategi Inovatif Menghadapi Hujan Ekstrem

Pengantar: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai Solusi Antisipatif

Pada Rabu, 21 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta meluncurkan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang ambisius untuk mengatasi potensi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek. Langkah ini diambil setelah analisis meteorologi menunjukkan adanya dinamika cuaca yang berisiko tinggi, terutama setelah banjir yang melanda Jakarta pada tanggal 12 dan 18 Januari 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari strategi pengendalian bencana yang proaktif. “Operasi ini tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif, dengan tujuan mengurangi dampak hujan ekstrem pada wilayah yang padat penduduk,” ujarnya.

Detail Operasi: Tiga Sorti Penerbangan dan Teknik Penyemaian

Operasi modifikasi cuaca dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Setiap sorti memiliki tujuan dan teknik penyemaian yang berbeda, seperti yang dijelaskan berikut:

    • Sorti Pertama: 800 kg NaCl disebarkan di perairan Selat Sunda pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki untuk meluruhkan awan hujan di perairan.
    • Sorti Kedua: 800 kg NaCl disebarkan di perairan barat Selat Sunda pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan.
    • Sorti Ketiga: 800 kg kalsium oksida disebarkan di Kabupaten Bekasi pada ketinggian 5.000 hingga 7.000 kaki untuk menekan intensitas hujan di wilayah timur.

Teknik penyemaian ini bertujuan agar hujan terkonsentrasi di perairan dan tidak bergerak menuju daratan, terutama di kawasan metropolitan Jakarta yang rentan terhadap banjir.

Analisis Meteorologi dan Prediksi Cuaca Ekstrem

Deputi Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa kondisi atmosfer pada 21 Januari 2026 menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan hari-hari sebelumnya. “Prediksi cuaca hari ini lebih kritis, dengan risiko hujan ekstrem yang tinggi,” katanya.

Menurut BMKG, risiko hujan ekstrem masih berada pada kategori menengah, sehingga OMC akan dilanjutkan hingga 22 Januari 2026. Evaluasi harian akan dilakukan untuk menyesuaikan strategi dengan perkembangan kondisi atmosfer.

Implikasi dan Tanggapan Publik

Operasi modifikasi cuaca ini menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Sementara sebagian pihak memuji upaya BPBD dalam mengantisipasi bencana, ada juga yang menanyakan efektivitas dan dampak jangka panjang dari teknik penyemaian ini.

BPBD Jakarta menanggapi kritik dengan menjelaskan bahwa OMC telah melalui proses riset dan evaluasi yang ketat. “Kami bekerja sama dengan BMKG dan lembaga penelitian lainnya untuk memastikan bahwa operasi ini aman dan efektif,” ujar Mohamad Yohan.

Sementara itu, aktivis lingkungan mengimbau agar teknologi modifikasi cuaca digunakan dengan bijak, tanpa merusak ekosistem alam. “Kita harus seimbang antara mengendalikan bencana dan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar salah satu aktivis.

{“@context”:”https://schema.org”,”@type”:”NewsArticle”,”headline”:”Operasi Modifikasi Cuaca BPBD Jakarta: Strategi Inovatif Menghadapi Hujan Ekstrem”,”description”:”BPBD Jakarta meluncurkan OMC untuk mengatasi hujan ekstrem. Dapatkan detail operasi, analisis cuaca, dan tanggapan publik dalam artikel ini.”,”articleBody”:”Pengantar: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai Solusi AntisipatifnnPada Rabu, 21 Januari 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta meluncurkan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang ambisius untuk mengatasi potensi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek. Langkah ini diambil setelah analisis meteorologi menunjukkan adanya dinamika cuaca yang berisiko tinggi, terutama setelah banjir yang melanda Jakarta pada tanggal 12 dan 18 Januari 2026.nnnKepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan”,”wordCount”:434,”datePublished”:”2026-01-22T07:04:10+07:00″,”dateModified”:”2026-01-22T07:04:10+07:00″,”author”:{“@type”:”Organization”,”name”:”Occhy Media”,”url”:”https://occhy.com”},”publisher”:{“@type”:”Organization”,”name”:”Occhy Media”,”url”:”https://occhy.com”,”logo”:{“@type”:”ImageObject”,”url”:”https://occhy.com/wp-content/uploads/logo.png”}},”mainEntityOfPage”:{“@type”:”WebPage”,”@id”:”https://occhy.com”}}

Partner Network: larphof.decapi.biz.idblog.tukangroot.com
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *