Beranda / Market / Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan: Apa yang Terjadi?

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan: Apa yang Terjadi?

Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan: Apa yang Terjadi?

Masyarakat Jabodetabek harus bersiap-siap menghadapi kelangkaan daging sapi di pasar tradisional. Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas penjualan daging sapi sebagai bentuk protes terhadap situasi perdagangan yang semakin terjepit.

Penyebab Mogok Kerja

Menurut Ketua APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, langkah ini diambil setelah berbagai upaya dialog dengan pemerintah tidak membuahkan hasil konkret. Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak sehat bagi pedagang kecil hingga menengah. Harga sapi dari feedloter yang melonjak tinggi, harga karkas di rumah potong hewan yang naik, dan daya beli masyarakat yang melemah membuat posisi pedagang semakin terhimpit.

Aksi Mogok Jualan

APDI memutuskan untuk menghentikan aktivitas jual beli daging sapi mulai besok hingga Sabtu nanti. Aksi ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha daging nasional. APDI juga telah menyampaikan tembusan aksi ini kepada sejumlah lembaga, termasuk Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan Mabes Polri.

Dampak Kelangkaan Daging Sapi

Kelangkaan daging sapi dapat berdampak pada masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada daging sapi sebagai sumber protein. APDI menilai kondisi ini paling dirasakan oleh pedagang pasar tradisional dan konsumen kelas menengah ke bawah.

APDI berharap aksi mogok jualan ini dapat mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih serius dalam mengatasi masalah kelangkaan daging sapi dan meningkatkan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha daging nasional.

Partner Network: tukangroot.comcapi.biz.idfabcase.biz.id
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *