Beranda / Berita Lokal / Prabowo Subianto Kembali ke Indonesia: Kunjungan Eropa Berhasil Membuka Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis

Prabowo Subianto Kembali ke Indonesia: Kunjungan Eropa Berhasil Membuka Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis

Prabowo Subianto Kembali ke Indonesia Kunjungan Eropa Berhasil Membuka Peluang

Pulangnya Prabowo: Kunjungan Eropa Berhasil Membawa Komitmen Investasi dan Kerja Sama

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah kembali ke tanah air setelah menyelesaikan kunjungan kerja ke beberapa negara di Eropa. Pesawat presiden mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (24/1) sore sekitar pukul 17.25 WIB. Kehadirannya disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan jajaran TNI-Polri, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, dan Kepala Badan Intelijen Negara M Herindra.

Kunjungan ini dimulai pada 18 Januari dengan perjalanan ke Inggris, di mana Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengantongi komitmen investasi senilai Rp90 triliun dan kesepakatan strategis dalam sektor maritim. Selain itu, Prabowo juga bertemu dengan Raja Charles III, di mana kedua pemimpin membahas kerja sama lingkungan.

World Economic Forum 2026: Prabowo Membahas Ekonomi dan Perdamaian Dunia

Setelah Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanannya ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 pada 22 Januari. Dalam forum global ini, Prabowo menyampaikan pidato yang membahas berbagai isu strategis, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), pencabutan izin tambang ilegal, penguatan ekonomi Indonesia, dan dukungan terhadap perdamaian dunia melalui Board of Peace (BoP). Pidato ini menjadi titik fokus perhatian dunia, karena Prabowo mengungkapkan visi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional dalam mengatasi krisis ekonomi dan lingkungan. Dia menekankan bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan. Pidato ini dihadiri oleh para pemimpin dunia dan tokoh bisnis, yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam berperan aktif di panggung global.

Kunjungan Kenegaraan ke Prancis: Dialog Strategis dengan Presiden Macron

Kunjungan terakhir Prabowo adalah ke Prancis, di mana dia menerima undangan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Prancis Elysee, Paris, pada Jumat (23/1) malam waktu setempat. Dalam jamuan santap malam pribadi, Prabowo dan Macron membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama bilateral di bidang ekonomi, pertahanan, dan lingkungan.

Menurut siaran resmi Sekretariat Presiden RI, pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Percakapan antara keduanya tidak hanya santai, tetapi juga bermakna. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang mempererat komunikasi personal dan membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia-Prancis di berbagai bidang strategis. Kunjungan ini juga menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.

Dampak Kunjungan Eropa: Peluang Baru untuk Indonesia

Kunjungan Prabowo ke Eropa tidak hanya berupa pertemuan formal, tetapi juga membuka peluang baru bagi Indonesia. Komitmen investasi senilai Rp90 triliun dari Inggris, serta kesepakatan strategis dalam sektor maritim, akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, pertemuan dengan Raja Charles III dan Presiden Macron juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengembangkan kerja sama bilateral yang lebih kuat.

Di sisi lain, partisipasi Prabowo di WEF 2026 juga menegaskan posisi Indonesia sebagai pemangku kepentingan global. Pidato yang disampaikannya tentang MBG, pencabutan izin tambang ilegal, dan penguatan ekonomi Indonesia, menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, dukungan terhadap perdamaian dunia melalui Board of Peace (BoP) juga menegaskan peran Indonesia dalam upaya mendorong stabilitas global.

    • Komitmen investasi senilai Rp90 triliun dari Inggris
    • Kesepakatan strategis dalam sektor maritim
    • Pertemuan dengan Raja Charles III dan Presiden Macron
    • Partisipasi di WEF 2026 dengan pidato strategis
    • Penguatan kerja sama bilateral dengan Prancis
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *