Beranda / Berita Lokal / Transjakarta Mengubah Rute: Dampak Banjir dan Proyek Infrastruktur yang Mengganggu Transportasi Jakarta

Transjakarta Mengubah Rute: Dampak Banjir dan Proyek Infrastruktur yang Mengganggu Transportasi Jakarta

Transjakarta Mengubah Rute Dampak Banjir dan Proyek Infrastruktur yang Mengganggu

Banjir dan Proyek Infrastruktur: Dua Faktor Utama Penyesuaian Rute Transjakarta

Jakarta, 24 Januari 2026 – Hujan lebat yang melanda ibu kota sejak Kamis, 22 Januari, telah mengakibatkan banjir di sejumlah titik strategis. Dampaknya tidak hanya terasa pada jalan-jalan yang tergenang, tetapi juga pada layanan transportasi umum, termasuk Transjakarta. PT Transjakarta, melalui Departemen Hubungan Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (CSR), Ayu Wardhani, mengungkapkan bahwa penyesuaian rute yang dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, tidak hanya disebabkan oleh genangan air banjir, tetapi juga oleh proyek infrastruktur yang sedang berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar layanan dapat kembali normal,” ujar Ayu melalui pesan WhatsApp pada hari Sabtu. Penjelasan ini menunjukkan bahwa Transjakarta tidak hanya menghadapi tantangan dari cuaca, tetapi juga dari pembangunan infrastruktur yang mempengaruhi rute operasionalnya.

Daftar Rute yang Dihentikan Sementara

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah telah menyebabkan sejumlah rute Transjakarta dihentikan sementara. Berikut adalah daftar rute yang mengalami penyesuaian:

    • Koridor 1 (Blok M – Kota): Penyesuaian rute di sekitar Jalan MH Thamrin dan Jalan Sudirman.
    • Koridor 2 (Blok M – Tanah Abang): Pengalihan rute di Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Jembatan Lima.
    • Koridor 3 (Kalideres – Tendean): Penyesuaian rute di Jalan Letjen S. Parman dan Jalan Jembatan Tiga.
    • Koridor 4 (Lebak Bulus – Harmoni): Pengalihan rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jagorawi.
    • Koridor 5 (Ancol – Kampung Rambutan): Penyesuaian rute di Jalan Tol Lingkar Luar dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
    • Koridor 6 (Dukuh Atas – Ragunan): Pengalihan rute di Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Lingkar Dalam.
    • Koridor 7 (Kampung Rambutan – Ciledug): Penyesuaian rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jakarta-Merak.
    • Koridor 8 (Lebak Bulus – Harmoni): Pengalihan rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jagorawi.
    • Koridor 9 (Bundaran Senayan – Pinang Ranti): Penyesuaian rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jagorawi.
    • Koridor 10 (Tanjung Priok – Tanah Abang): Pengalihan rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
    • Koridor 11 (PGC 1 – PGC 2): Penyesuaian rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jagorawi.
    • Koridor 12 (PGC 2 – PGC 3): Pengalihan rute di Jalan Tol Lingkar Dalam dan Jalan Tol Jakarta-Merak.

Dampak Banjir pada Transportasi Jakarta

Banjir yang terjadi di Jakarta tidak hanya mengganggu rute Transjakarta, tetapi juga transportasi umum lainnya. Jalan-jalan yang tergenang air telah menyebabkan kemacetan parah, terutama di wilayah-wilayah yang sering terendam air. Hal ini juga mempengaruhi mobilitas warga Jakarta, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Selain itu, banjir juga telah menyebabkan beberapa jalan tol tergenang air, sehingga mengganggu lalu lintas di jalan tol tersebut. Hal ini memaksa pengendara untuk mencari rute alternatif, yang sering kali lebih lama dan lebih rumit.

Dampak banjir ini juga terasa pada layanan transportasi lainnya, seperti KRL Commuter Line dan angkutan kota. Beberapa stasiun KRL telah terendam air, sehingga memaksa penumpang untuk mencari alternatif transportasi.

Solusi dan Upaya Pengendalian

PT Transjakarta telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ), untuk mengatasi masalah ini. Selain itu, Transjakarta juga telah menyiapkan rute alternatif untuk memudahkan penumpang dalam berperjalanan.

Selain itu, Transjakarta juga telah menyiapkan armada cadangan untuk menggantikan bus yang tidak dapat beroperasi karena banjir. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa layanan Transjakarta tetap berjalan meskipun ada beberapa rute yang dihentikan sementara.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi banjir, seperti dengan membuka saluran drainase dan membersihkan saluran air yang tersumbat. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan tim pengendalian banjir untuk memantau dan mengatasi banjir yang terjadi.

Partner Network: blog.tukangroot.comlarphof.decapi.biz.id
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *